Pages

Jumat, 18 Maret 2011

PARAGRAF

A. Pengertian
Adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang Ssebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca. (Djago Tarigan,1996:13).
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/kalimat topik dan kalimat penjelas.
ALINEA
Ialah sekelompok kalimat yang memaparkan suatu bagian dari suatu bagian poko pembicaraan.
B. Syarat-syarat pembentukan paragraf
1. KESATUAN
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus mendukung gagasan pokok.
2. KEPADUAN
Syarat kedua pengembangan paragraf ialah kepaduan atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik.
3. KELENGKAPAN
Salah satu syarat yang juga penting adalah kelengkapan.Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat utama.
Kalimat Utama
adalah kalimat yang berisi gagasan utama atau gagasan pokok paragraf. Kalimat utama dapat ditemukan pada awal, tengah, akhir, awal—akhir paragraf. Gagasan utama pengarang akan dikembangkan dengan sejumlah gagasan penjelas yang terdapat dalam kalimat penjelas.
GAGASAN UTAMA
adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Keberadaan gagasan utama dapat dinyatakan secara eksplisit (dinyatakan secara tegas dan terus terang) maupun implisit (tidak dinyatakan secara tegas). Gagasan utama biasanya diwakilkan pada sebuah kalimat utama, yang dapat terletak pada awal paragraf, akhir paragraf, maupun awal dan akhir paragraf
Gagasan utama adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca, sedangkan gagasan pendukung yaitu gagasan yang mendukung gagasan utama. Gagasan utama yang terletak di akhir
paragraf disebut paragraf induktif. Gagasan utama yang terletak di awal
paragraf disebut paragraf deduktif. Adapun gabungan paragraf deduktif
dan induktif disebut sebagai paragraf campuran.
C. Jenis-jenis Paragraf
1. Deduktif
Kalimat pokok yang biasanya merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada awal paragraf. Kalimat berikutnya merupakan penjelasan atau penjabaran kalimat pokok.
Contoh:
Hampir semua agama besar di dunia telah membangkitkan suatu bahasa, telah membawa dialek gelap ke wilayah-wilayah yang jauh di seluruh dunia. Agama Yahudi telah menyebarkan bahasa Aramaik dan Ibrani, juga bahasa Yiddik jauh ke luar batas Palestina. Agama Islam tidak hanya membawa Quran, melainkan juga menyebarkan bahasa Arab, yang dulunya terpencil ke daerah-daerah luas di Eropa, Asia, Afrika. Dan Oseania, di sana bahasa Arab mempengaruhi bahasa-bahasa penduduk setempat bahasa Persia, Hindustan, Turki, Indonesia/Melayu dan sebagainya, penuh dengan kata-kata Arab. Agama Budha memancarkan tulisan keramat agama Gautama ke Tibet, Siam, Indonesia, Tiongkok, dan Jepang. Demikian pula agama kristen telah menyebarkan, dan menghidupkan bahasa Latin dan Yunani sehingga bahasa ini tidak tenggelam di bawah gelombang orang Barbar berbahasa asing yang menyerbu masuk.
2. Induktif
Kalimat pokok atau kesimpulan ditempatkan pada akhir paragraf. Dengan demikian kalimat yang merupakan penjelasan atau penjabaran pokok masalah ditempatkan pada awal paragraf.
Contoh:
Seorang pelukis, bila melihat sawah yang terhampar luas sampai ke kaki gunung, akan tergeraklah hatinya untuk melukis. Seorang insinur pertanian dengan melihat sawah tersebut dalam pikirannya muncul berbagai gagasan bagaimana meningkatkan pengolahan sawah itu sehingga hasil padinya meningkat. Seorang anak melihat sawah yang luas itu akan bermain layang-layang dengan penuh keasyikan. Jadi tanggapan dan sikap orang terhadap sutu objek bergantung pada keahlian, kesenangan, atau pengalamannya.
3. Deduktif – Induktif / Campuran
Paragraf dapat dimulai dengan kalimat topik disusul kalimat pengembang dan diakhiri kalimat penegas. Srbaliknya, dapat pula kalimat pengembang terbagi dua sebagian di awal, sebagian di akhir paragraf sedang kalimat topiknya di tengah. Paragraf tyang terbentuk dengan cara pertama maupun kedua disebut Paragraf Campuran/Kombinasi.
Contoh:
Gengsi irama dangdut semakin meningkat. Bila dahulu irama ini dianggap kampungan, peralatan asal ada dan tempat pertunjukkannya pun di daerah pinggiran maka kini suasana berubah. Irama dangdut tidak lagi dianggap sebagai kampungan. Peralatannya lengkap, megah, dan modern tidak kalah dengan peralatan band Pop. Biduan dan biduanitanya tidak kalah hebat dari biduan dan biduanita band-band terkenal baik dalam cara berpakaian, bergaya maupun dalam suara. Orkes Melayu sudah biasa muncul di pesta-pesta besar, di gedung-gedung megah. Bahkan irama dangdut muncul dari tempat-tempat mewah seperti hotel, klub malam, dan mobil-mobil mewah. Jenis irama ini pun sudah menembus kaum “gedongan” dan kampus.
Beban hidup yang semakin berat membuat orang mencari hiburan yang mudah dicerna, murah tetapi meriah. Pamor biduan dan biduanita yang menonjol mempengaruhi selera masyarakat. Suara gendang yang menggelitik mengajak orang secara spontan mengikuti irama dangdut. Wajar bila irama dangdut semakin populer. Kenyataan itu ditunjang lagi oleh ramainya penyanyi terkenal seperti Achmad Albar, Hetty Kus Endang, Taty Saleh, Mus Mulyadi dan lain-lain dan band terkenal seperti Kus Plus, Bimbo, Panbers dan lain-lain hijrah ke Irama dangdut tersebut. Tambahan lagi “getol”nya para produser kaset mempromosikan irama ini melalui radio, televisi, koran dan lain-lain.
4. Desktiptif
Pada paragraf semacam ini kalimat pokok tidak tercantum secara eksplisit. Dengan membaca keseluruhan paragraf itu kita dapat menyimpulkan apa yang menjadi kalimat pokok atau kesimpulan paragraf tersebut. Dengan kata lain kalimat pokoknya tercermin pada semua kalimat pada paragraf itu.
Contoh:
Ruang tempat kami belajar berukuran 12m x 7m, dengan tinggi kira-kira 3m. Pintunya ada dua, sebuah di sebelah utara, sebuah lagi di sebelah selatan. Ruang itu diterangi dengan empat buah lampu neon 20 watt di samping cahaya matahari yang melalui jendela kata kiri kanan. Daya tampungnya kira-kira 70 orang dengan tempat duduk tunggal. Ruang itu dilengkapi sebuah meja dosen, papan tulis lebar dan sebuah bak cuci tangan.
Selain adanya kesatuan dan koherensi dalam sebuah paragraf, juga dari segi lain dalam hal-hal tertentu dituntut adanya pengembangan lebih lanjut dari apa yang kita maksudkan dalam kalimat pokok. Dengan demikian paragraf itu betul-betul ada kekompakan.
Ditinjau dari segi pengembangannya, paragraf dapat kita bedakan atas beberapa macam, yaitu: dengan urutan kejadian (proses), dengan contoh, analogi, pertanyaan, rangakaian sebab akibat, dan pengulangan (repetisi).
Dikutip dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar