Pages

Minggu, 27 Maret 2011

DISKUSI

DEFINISI
Berasal dari bahasa latinn yaitu DISCUTIO atau DISCUSIUM yang artinya bertukar pikiran / pertukar pikiran antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesepakatan gagasan atau pendapat dalam memecahkan masalah
TUJUAN
Pada umumnya diskusi bertujuan untuk mencapai kesepakatan gagasan atau pendapat dalam memecahkan masalah
MACAM-MACAM DISKUSI
Diskusi Panel
Melibatkan beberapa panelis yang mempunyai keahlian dalam bidang masing-masing dan bersepakat mengutarakan pendapat. Panel dipimpin oleh seorang moderator. Masalah yang didiskusikan dapat memberikan pelbagai penerangan atau perluasan pengetahuan kepada pendengar tentang masalah yang sedang hangat dalam masyarakat. Para panelis tidak selalu sependapat, bahkan perbedaan pendapat panelis lebih merangsang para pendengar. Dengan mendengarkan beberapa pendapat para ahli, pendengar akan dibimbing ke arah berpikir secara kritis dan melatih kemampuan menganalisis masalah. Berhasil atau tidaknya panel sangat tergantung pada kelincahan moderator.
Simposium
Hampir sama dengan panel, hanya lebih bersifat formal. Pemrasaran harus menyampaikan makalah mengenai suatu masalah yang disorot dari sudut keahlian masing-masing. Peranan moderator tidak seaktif dalam diskusi panel, tetapi sebaliknya para pendengar/pesertalah yang lebih aktif berpartipasi. Masalah yang dibahas dalam simposium mempunyai ruang lingkup yang luas, sehingga perlu ditinjau dari berbagai sudut/aspek ilmu untuk mendapatkan perbandingan.
Seminar
Merupakan suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah tertentu dengan prasaran dan tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan suatu keputusan bersama mengenai masalah tersebut. Masalah yang dibahas dalam seminar terbatas dan tertentu. Peserta terdiri dari orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut, sehingga dapat memberikan pandangan dan pendapat dalam pemecahan masalah. Seminar harus diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan baik berbentuk usul, saran, resolusi, atau rekomendasi.
Secara garis besarnya, seminar dilaksanakan sebagai berikut:
a.Dimulai dengan mendengarkan pandangan umum tentang suatu masalah;
b.Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (sidang komisi);
c.Kelompok-kelompok bersidang kembali untuk mensahkan kesimpulan komisi (sidang pleno);
d.Hasil dirumuskan dalam bentuk usul, saran, resolusi, dan sebagainya yang dianggap perlu.

Lokakarya

Masalah yang dibahas dalam lokakarya atau istilah lainnya workshop, mempunyai ruang lingkup tertentu dan dibahas secara mendalam. Pesertanya adalah orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut. Masalah dibahas melalui prasaran dan tanggapan, serta diskusi secara mendalam. Kalau perlu diikuti dengan demontrasi atau peragaan. Biasanya lokakarya ini diikuti oleh sekelompok orang yang bergerak dalam lingkungkungan kerja yang sejenis atau seprofesi. Lokakarya biasanya diadakan bila:

a.Ingin mengevaluasi suatu proyek yang telah dilaksanakan;
b.Ingin mengadakan pembaharuan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat;
c.Untuk bertukar pengalaman dengan tujuan lebih meningkatkan kemampuan kerja.
Brainstroming
Brainstroming ialah aktivitas dari sekelompok orang yang memproduksi/menciptakan gagasan yang baru sebanyak-banyaknya. Brainstroming ini dipakai apabila:
a.Ingin menentukan informasi macam apa yang diperlukan dan bagaimana mendapatkan informasi tersebut;
b.Ingin menentukan kriteria yang tepat untuk menguji tepat tidaknya sebuah gagasan;
c.Ingin menentukan gagasan yang mana yang mungkin dilakukan;
d.Ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan keputusan setepat-tepatnya.
Dengan bentuk brainstroming ini diharapkan tercetus gagasan atau kritik sebanyak-banyaknya. Semakin banyak gagasan atau kritik, semakin baik. Dalam hal ini peserta berlatih pula menggabungkan dan meningkatkan gagasan-gagasan. Karena itu bentuk ini sangat berguna bagi orang yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan keterampilannya dalam diskusi dan yang belum berpengalaman dapat mencontoh cara berdiskusi.
Moderator dalam bentuk ini sangat berperan. Kalau brainstroming mendadak berhenti karena kehabisan gagasan, moderator dapat memancingnya dengan mengemukakan gagasan-gagasan yang telah disepakati dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Dalam hal ini dibutuhkan keterampilan moderator. Karena brainstroming mengundang pemecahan masalah dengan banyak kemungkinan, dalam bentuk ini diperlukan pula seorang notulis untuk merekam jalannya diskusi dan mencatat gagasan-gagasan yang timbul.
LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN
Pembentukan panitia diskusi
Menentukan topik atau tema
Menentukan jenis diskusi
Menentukan peserta, waktu, dan tempat
Menentukan pemrasaran, penyanggah, dan jumlahnya
Menyediakan akomodasi dan sarana lainnya.
ORGANISASI DALAM DISKUSI
Ketua/moderator
Penulis
Pemrasaran
Penyanggah
Peserta/pendengar
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERDISKUSI
Suksesnya sebuah diskusi sangat tergantung kepada kepemimpinan moderator atau pimpinan diskusi. Pemimpin diskusi bukanlah seperti pemimpin biasa lazimnya, tetapi ia bertindak sebagai seorang penuntun atau pengendali kelompoknya. Tugas seorang pemimpin diskusi atau moderator ialah:
1.Menjelaskan tujuan dan maksud diskusi. Hal ini penting sekali dalam memberikan pengarahan kepada anggota.
2.Menjamin kelangsungan diskusi secara teratur dan tertib
3.Memberikan stimula anjuran, ajakan, agar setiap peserta betul-betul mengambil bagian dalam diskusi tersebut.
4.Menyimpulkan dan merumuskan setiap pembicaraan dan kemudian membuat kesimpulan atas persetujuan dan kesepakatan bersama.
5.Menyiapkan laporan.
Referensi:
-Maidar G. Arsjad dan Mukti U.S..1987.Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. PT Gelora Aksara Pratama:Jakarta
-Ditambah dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar