A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa, agar ia mencapai kedewasaan (W.S. Winkel, 1989:19). Sedangkan menurut (Yies Saidiyah;1986:1) Pendidikan adalah usaha bimbingan secara sadar yang diberikan kepada anak didik menuju kearah kedewasaan. Yang dimaksud dengan kedewasaan adalah kesempurnaan pribadi yang dicapai. Sedangkan menurut (Ahmad Tafsir,1990:6) Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Definisi ini mencakup kegiatan pendidikan yang melibatkan guru (pendidik); mencakup pendidikan formal, maupun nonformal serta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah seluruh aspek kepribadian.
Jelaslah, dari pernyataan di atas bahwa pendidikan itu usaha sadar untuk membantu orang yang belum dewasa, agar ia mencapai kedewasaan. Bantuan yang diberikan oleh orang dewasa itu berupa pendampingan, yang menjaga agar anak yang belum dewasa belajar hal-hal yang positif, sehingga sungguh-sungguh menunjang perkembangannya. Maka, cara belajar anak didik diarahkan dan tidak dibiarkan berlangsung sembarangan saja tanpa tujuan. Tuntutan itu diberikan melalui pergaulan pedagogis dengan anak, yaitu pergaulan yang bersifat mendidik. Pendidikan berlangsung melalui dan di dalam pergaulan, tetapi tidak setiap pergaulan antara orang dewasa dan anak, dengan sendirinya, bersifat pedagogis (mendidik). Pergaulan baru akan bersifat pedagogis, apabila pendidik bermaksud dan berusaha untuk mempengaruhi anak, demi perkembangan anak itu, serta pendidik pun mempunyai wewenang terhadap anak itu. Jelaslah kiranya, bahwa orang tua dan guru di sekolah bergaul secara pedagogis dengan anak, meskipun tidak setiap saat.
B. Pengajaran
Menurut Sikun Pribadi dalam bukunya (Ahmad Tafsir,1990:7) bahwa Pengajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan pdikomotor semata-mata, yaitu supaya anak lebih banyak pengetahuannya, levih cakap berpikir kritis, sistematis, dan objektif, serta terampil dalam mengerjakan sesuatu, misalnya terampil menulis, membaca, lari cepat, loncat tinggi, berenang, dan sebagainya. Sedangkan menurut K.H. Dewantara dalam bukunya (Ahmad Tafsir,1990:7) bahwa [engajaran itu tidak lain dan tidak bukan ialah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan, ...
Tidak terdapat perbedaan mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantara di atas. Menurut mereka "mendidik" ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya. Salah satu diantara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajarnya. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik, pembiasaan, memberikan hadiah, pujian, hukuman, larangan, dsb.
Referensi :
1. Ahmad Tafsir.1990.Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. PT Remajarosdakarya:
Bandung.
2. Yies Sa'diyah.1987.Diktat Sejarah Pendidikan Indonesia I. IAIN SGD Bandung
B. Pengajaran
Menurut Sikun Pribadi dalam bukunya (Ahmad Tafsir,1990:7) bahwa Pengajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan pdikomotor semata-mata, yaitu supaya anak lebih banyak pengetahuannya, levih cakap berpikir kritis, sistematis, dan objektif, serta terampil dalam mengerjakan sesuatu, misalnya terampil menulis, membaca, lari cepat, loncat tinggi, berenang, dan sebagainya. Sedangkan menurut K.H. Dewantara dalam bukunya (Ahmad Tafsir,1990:7) bahwa [engajaran itu tidak lain dan tidak bukan ialah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan, ...
Tidak terdapat perbedaan mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantara di atas. Menurut mereka "mendidik" ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya. Salah satu diantara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajarnya. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik, pembiasaan, memberikan hadiah, pujian, hukuman, larangan, dsb.
Referensi :
1. Ahmad Tafsir.1990.Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. PT Remajarosdakarya:
Bandung.
2. Yies Sa'diyah.1987.Diktat Sejarah Pendidikan Indonesia I. IAIN SGD Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar