( Majas, kiasan, atau ‘figure of speech’ )
A. Pengertian
Ialah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan kesan (efek) dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.
Majas (figuratine language) adalah bahasa kias, bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. Majas merupakan bentuk retoris, yang penggunaannya antara lain untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya.
B. Macam-Macam Majas
- MAJAS PERBANDINGAN
1) PERUMPAMAAN / SIMILE
Ialah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja dianggap sama. Perbandingan ini secara lahir (eksplisit) dinyatakan dengan kata seperti, bak, sebagai, ibarat, sepantun, laksana, umpama, dsb.
Contoh perumpamaan di atas berupa perumpamaan klise, yaitu perumpamaan yang sudah lama kita kenal.
- Bak mencari kutu dalam ijuk
(= mengerjakan pekerjaan yang mustahil berhasil )
- Bagai kambing dihalau ke air
(= hal orang yang enggan disuruh atau diajak mengerjakan sesuatu)
2) Metafora
Metafora berasal dari bahasa Yunani “metaphora” yang berarti ‘memindahkan’ Metafora ialah perbandingan yang implisit – jadi, tanpa kata pembanding – di antara dua hal yang berbeda. Metafora merupakan sejenis majas perbandingan yang paling singkat, padat, tersusun rapi. Dengan kata lain Metafora adalah majas yang berupa kiasan persamaan antara benda yang diganti namanya dengan benda yang menggantikannya.
Contoh :
- Ia terus meburu dolar (= mencari untung)
- TNI POLRI tulang punggung negara kita. (=kekuatan)
- Kapan Anda bertemu dengan lintah darat itu?
3) PERSONIFIKASI
Personifikasi disebut juga penginsanan. Personifikasi ialah majas perbandingan yang menuliskan benda-benda mati atau yang tidak bernyawa seolah-olah hidup, berbuat dan bergerak.
Contoh:
- Banjir besar telah menelan seluruh harta penduduk
- Matahari mulai merangkak ke atas
- Pidatonya membangkitkan semangat
- Kabut tebal menyelimuti desa kami
4) ALEGORI
Kata alegori berasal dari bahasa Yunani allegorein yang berarti ‘berbicara secara kiasan’. Alegori ialah cerita yang diceritakan dalam lambang-lambang. Merupakan metafora yang diperluas dan sambung-menyambung. Alegori merupakan suatu perbandingan utuh. Bentuk alegori puisi atau prosa. Alegori pada umumnya mengandung sifat-sifat moral manusia. Dan merupakan cerita-cerita panjang dengan maksud yang terselubung.
FABEL atau cerita binatang dan PARABEL atau cerita yang berkaitan dengan kitab suci merupakan alegori-alegori singkat.
- MAJAS PERTENTANGAN
1) HIPERBOLA
Majas yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan.
CONTOH :
- Biaya sekolah mencekik leher
- Pengungsi membanjiri tempat-tempat yang aman
- Pidatonya mengobarkan semangat pendengarnya
2) LITOTES
Majas yang menyatakan kebalikan hiperbola, yaitu yang menyatakan hal yang berlawanan, memperkecil atau memperhalus keadaan disebut litotes atau hiperbola negatif. Biasanya dinyatakan dengan penyangkalan atau pengingkaran kebalikannya
CONTOH:
- Mereka itu sama sekali tidak bodoh
3) IRONI
3) IRONI
Majas yang menyatakan makna yang bertentangan atau sebaliknya dengan maksud berolok-olok atau menyindir. Ironi disebut juga sindiran halus.
CONTOH :
- Bagus benar ucapanmu itu hingga menyakitkan hati
- Kau memang pandai, mengerjakan soal semudah itu tak satu pun yang betul
- Wangi benar kamar mandi ini, bau petai.
- MAJAS PERTAUTAN
1) METONIMIA
Ialah majas yang memakai ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal, sesuai pengaruhnya.
CONTOH :
- Ayah suka mengisap Gudang Garam
- Si Jangkung tadi ada di perpustakaan
- Saya membaca Chairil Anwar
2) SINEKDOK
PARS PROTOTO
- Majas sinekdok yang menyebutkan nama bagian sedangkan yang dimaksud adalah seluruhnya
- Majas sinekdok yang menyebutkan nama bagian sedangkan yang dimaksud adalah seluruhnya
CONTOH :
- Setiap kepala dikenakan sumbangan seribu rupiah
- Ibu membeli tiga ekor ayam
TOTEM PROPARTE
Majas sinekdok yang menyebutkan keseluruhan sebagai pengganti nama bagian.
CONTOH:
- Indonesia berhasil memboyong kembali Piala Thomas
- Sekolah kami menang atas regu tamu
3) EUFEMISME
Adalah majas yang halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa kasar, yang dianggap merugikan, tidak menyenangkan atau untuk bersopan santun, karena dianggap tabu.
CONTOH:
- Putra Bapak memang agak ketinggalan
- Bu, bolehkah saya ke belakang sebentar?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar